Menangis Itu Sehat

Kemudian perhatikan hikmah dan manfaat seringnya anak-anak bayi menangis. Para tabib mengakui hikmahnya. Mereka menyatakan bahwa di otak anak bayi ada kelembaban yang seandainya berdiam di sana akan berakibat fatal. Tangisan mereka mengalirkannya keluar dari otak sehingga otak jadi kuat dan sehat. Juga, tangisan itu melebarkan saluran pernafasannya, membuka dan memperkuat urat syaraf. Betapa banyak manfaat dan maslahat bagi anak kecil dari tangisan dan jeritannya yang kamu dengar.
Apabila hikmah ini terkandung dalam tangisan yang sebabnya adalah adanya rasa sakit sedang kamu tidak mengetahuinya dan hampir tidak terdetik di dalam benakmu, maka demikian pula sakitnya anak-anak. Sebab dan akibat sakit itu mengandung hikmah yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Mereka mengungkapkan beragam pendapat tentang hikmahnya. Satu pihak mengatakan bahwa itu tidak lain hanya kehendak Tuhan, tidak ada hikmah dan tujuan di balik itu. Mereka menutup diri untuk membahas hikmah ini sama sekali. Kalau mereka ditanya, mereka menjawab dengan firman-Nya,
“Dia tidak ditanya tentang apa yang dilakukan-Nya.” (al-Anbiyaa”:23).
Firman-Nya ini benar, sama sekali tidak. salah. Tapi, maksudnya bukan meniadakan hikmah dari perbuatan-perbuatan-Nya. Maksud ayat itu adalah mengesakan-Nya dalam sifat rububiyah dan uluhiyah. Karena kesempurnaan hikmah-Nya, maka tidak ada yang mengomentari keputusan-Nya, dan tidak ada yang membantah-Nya dengan mengajukan pertanyaan. Pasalnya, Dia tidak melakukan sesuatu secara percuma, tidak menciptakan sesuatu pun dengan sia-sia. Yang dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya hanya orang yang melakukan kesalahan atau perbuatannya tidak bermanfaat. Tidakkah Anda membaca firman-Nya,
“Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan dari bumi, yang dapat menghidupkan (orang-orang mati)?” (al-Anbiyaav: 21 -23)
Bagaimana Dia menyitir ayat ini untuk mengungkapkan kecaman atas orang yang mengambil Tuhan yang tidak setara dengan-Nya yang berusaha untuk disetarakan padahal perbedaan keduanya amat jelas. Firman Allah yang berbunyi, “Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya”‘ mengandung itsbat (penetapan) hakikat ketuhanan untuk diri-Nya semata. Firman-Nya, “Dan merekalah yang akan ditanyai'” arti tentang kelayakan Tuhan-Tuhan yang mereka ambil itu untuk menjadi Tuhan. Sesungguhnya Tuhan-Tuhan itu akan ditanyai juga dan mereka tidak lebih dari makhluk yang sama sekali tidak berdaya. Bagaimana orang tadi menyamakan Tuhan-Tuhan itu dengan-Nya padahal amat jelas berbeda? Inilah maksud kandungan ayat. Namun, penganut Jabariyyah menjadikannya sebagai argumen dalam mengingkari hikmah-Nya dan pencarian ‘Mat (sebab) perbuatan-perbuatan-Nya. Semoga Allah SWT menuntun kita kepada jalan yang benar.
Kelompok lain berkata, hikmah dari cobaan adalah mengganti hal itu di akhirat dengan pahala yang sempurna. Kalau dibantah, “Bisa saja Allah SWT memberi mereka pahala tanpa harus menimpakan sakit ini,” mereka menjawab, “Adanya sakit itu bagi mereka seperti adanya taklifztas para mukallaf.” Kalau dibantah lagi, “Ini tidak berlaku pada sakitnya anak-anak orang kafir,” mereka menjawab, “Kami tidak mengatakan mereka masuk neraka seperti pendapat sebagian orang yang berpandangan demikian, karena tak seorang pun masuk neraka tanpa dosa, dan anak-anak itu tidak memiliki dosa sama sekali.”
Demikianlah terjadi dialog dengan mereka dalam masalah anak-anak bayi dengan mengajukan alasan-alasan dalam masalah ini dari kedua pihak, yang di sini bukan tempat untuk menyebutkannya. Mereka disanggah dengan sebuah masalah yang tidak dapat mereka jawab, yaitu sakitnya anak-anak mereka yang mencapai baligh dan mati dalam keadaan kafir. Secara pasti sakit mereka nanti tidak ada gantinya (pahala), juga itu bukan hukuman atas kekafiran mereka, karena hukuman tidak dijatuhkan di muka/sebelum perbuatan dosa. Mereka bingung menjawabnya, dan pondasi mazhab mereka menjadi goyah. Mereka tidak dapat memberikan jawaban yang dapat diterima akal.
Kelompok ketiga berkata bahwa kalau yang mengajukan pertanyaan ini merenungkannya lagi, tentu dia tahu bahwa itu tidak ada gunanya, dan bahwa berusaha mencari-cari jawaban adalah kerja sia-sia untuk sesuatu yang tidak perlu. Karena, sakit, faktor-faktor penyebabnya, dan akibatnya adalah sebagian dari unsur-unsur perkembangan manusia yang tidak dapat dihindari. la seperti panas, dingin, lapar, haus, lelah, sedih, dan lemah. Bukankah tidak perlu ada pertanyaan tentang hikmah kita perlu makan ketika lapar atau ingin minum saat haus dan tidur juga istirahat saat lelah? Jadi, sakit adalah unsur penting dalam perkembangan yang tidak terpisah dari diri manusia atau hewan. Kalau tidak mengalaminya, berarti bukan manusia, melainkan malaikat, atau makhluk lain.
Sakitnya anak-anak bayi itu tidak lebih berat dari sakitnya orang-orang yang sudah baligh. Akan tetapi, karena mereka sudah biasa mengalaminya, rasanya jadi ringan. Seberapa sih bedanya penderitaan yang dirasakan anak bayi dan orang baligh? Semua itu tidak lebih dari tuntutan dia sebagai makhluk yang bernama manusia. Kalau tidak seperti itu, tentu dia menjadi makhluk lain. Jadi, dia melihat jika anak bayi lapar, haus, kedinginan, atau kelelahan, dia telah diberi jatah sakit tersendiri yang tidak dijatuhkan kepada orang yang sudah dewasa. Sakitnya bayi dari berbagai jenis penyakit sama saja dengan penderitaannya akibat lapar, haus, panas, dan dingin. Manusia atau bahkan hewan tidak diciptakan melainkan dengan perkembangan seperti ini.
Bila ada yang bertanya, “Mengapa dia diciptakan sedemikian rupa? Mengapa tidak dicipta tanpa mengalami rasa sakit?” Mereka menjawab, “Ini adalah pertanyaan yang salah, karena Allah SWT menciptakannya di dunia cobaan, dari bahan yang lemah sehingga mudah mengalami cacat dan gampang menderita sakit. Dia menciptakan empat macam cairan pada tubuh yang hidupnya tergantung kepadanya. Dan, itu pasti menyebabkan terjadinya percampuran atau reaksi antar cairan-cairan itu. Mereka akan mengalahkan yang lain, kadang dengan kualitasnya, atau dengan kuantitasnya, atau kadang juga dengan kualitas dan kuantitas yang dimilikinya. Hal itu secara pasti menyebabkan timbulnya sakit.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s