penghargaan dan apresiasi

Sekelompok orang tua yang beradab yang hidup sebelum revolusi budaya di Cina.
Mereka membentuk sebuah kelompok di mana mereka akan ada bersama-sama saling
tukar-menukar kebijaksanaan tua yang diturun- temurunkan sejakKongfucius,MoTze
dan Chuang Tze. Di samping itu mereka akan bersama-sama menikmati minuman teh.
Secara bergilir mereka berperan menjadi tuan rumah dan masing-masingnya berusaha
menghidangkan teh terbaik atau termahal untuk menyenangkan tamu- tamunya, serta
untuk mendapatkan pujian dari mereka.
Suatu saat mereka berkumpul bersama di rumah dari seorang yang paling dihormati
dalam kelompok tersebut. Ia menghidangkan tehnya dengan cara serta ritus istimewa.
Ia mengukur daun teh dengan menggunakan senduk yang terbuat dari emas. Tamutamu
yang hadir tak ada yang berkata-kata karena mereka tahu kalau teh yang
dihidangkan itu adalah teh yang termahal yang belum pernah dihidangkan sebelumnya.
Semua merasa puas setelah mencicipi teh istimewa yang disuguhkan itu.
Sambil memperhatikan para tamunya yang sedang menikmati minuman istimewa itu,
sang tuan rumah berkata; “Teh istimewa yang kamu minum ini sesungguhnya dibeli di
pasar malam yang dijual oleh para petani sederhana. Ia sama dengan yang diminum
oleh para petani kecil. Hendaknya kita belajar bahwa segala sesuatu yang baik tidak
tergantung pada mahalnya harga dari barang tersebut, tetapi tergantung pada berapa
besar penghargaan dan apresiasi yang kita berikan terhadap barang tersebut.”

One response to “penghargaan dan apresiasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s